Kavacare Salah Satu Layanan Medis Pemasangan Kateter Terbaik

Bisnis18 views

Istilah pemasangan kateter urine pasti sudah tidak asing. Prosedur ini biasanya dilakukan pada beberapa pasien yang menjalani perawatan tertentu di rumah sakit. Memangnya, seperti apa prosedur kesehatan ini? Baca penjelasan lengkapnya dalam ulasan ini.

Apa itu kateter urine?

Kateter urine adalah alat berupa selang kecil tipis yang terbuat dari karet atau plastik berbahan lentur sehingga sangat perlu pemasangan kateter.

Alat ini dimasukkan ke dalam saluran kencing agar penggunanya bisa kencing dan membuang urine dengan normal. Biasanya, alat dipasang ke dalam kandung kemih melalui uretra pasien. Tujuan pemasangan kateter urine adalah mengosongkan kandung kemih pada pasien yang tidak mampu buang air kecil sendiri dengan normal. Dan sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi repot, karena di majunya perkembangan ada jasa perawatan penggunaan kateter dari kavacare.

Pemasangan alat ini rata-rata dilakukan selama tiga hingga delapan hari. Namun, ada juga pemasangan kateter yang dilakukan setiap satu sampai dua minggu untuk mencegah terjadinya infeksi.

Ukuran alat bisa berbeda-beda, tergantung dengan usia dan kondisi pasien. Unit ukuran kateter disebut dengan French, yang setara dengan 1/3 dari 1 mm. Ukuran kateter bervariasi dari 12 FR (kecil) sampai 48 FR (besar) atau sekitar 3 – 16 mm.

Kebocoran kateter urine bisa terjadi akibat kejang pada otot kandung kemih yang terkait dengan pemasangan alat yang tidak tepat. Untuk mengatasinya, pemasangan kateter perlu diperbaiki.

Siapa yang perlu memakai kateter urine?

Kateter urine digunakan dalam berbagai bidang medis, baik menangani penyakit tertentu maupun membantu prosedur operasi.

Alat ini biasanya diperlukan saat seseorang yang sedang sakit sehingga tidak bisa kencing hingga tuntas (anyang-anyangan).

Jika kandung kemih tidak dikosongkan, air kencing akan menumpuk dalam ginjal dan menyebabkan kerusakan hingga gagalnya fungsi ginjal itu sendiri.

Maka dari itu, kateter urine sangat dibutuhkan oleh orang-orang dengan kondisi berikut.

  • Tidak dapat buang air kecil sendiri.
  • Tidak bisa mengontrol kencing (inkontinensia urine) atau aliran urinenya.
  • Memiliki masalah kesehatan kandung kemih.
  • Dirawat inap untuk operasi.
  • Sedang dalam koma.
  • Dibius dalam jangka waktu lama.

Seseorang juga perlu menggunakan kateter urin apabila dalam kondisi berikut ini.

  • Mengalami retensi urine, yakni kondisi ketika kandung kemih tidak dapat kosong seutuhnya.
  • Sedang tidak boleh banyak bergerak, misalnya akibat cedera atau usai operasi.
  • Frekuensi buang air kecil, jumlah urine yang keluar, dan aliran urine perlu dimonitor, misalnya pada pasien penyakit ginjal.
  • Memiliki kondisi medis yang memerlukan pemasangan kateter, seperti cedera saraf tulang belakang, multiple sclerosis, dan demensia.

Pemasangan kateter biasanya hanya sementara sampai pasien bisa kembali buang air kecil sendiri.

Meski begitu, orang lanjut usia atau yang menderita sakit parah mungkin perlu memakai kateter dalam jangka waktu panjang, dan kadang hingga permanen.

Prosedur pemasangan kateter urine

Pemasangan kateter urine atau kateterisasi adalah prosedur untuk memasukkan selang kateter melalui saluran kencing (uretra) menuju kandung kemih.

Di sinilah air kencing ditampung sementara sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Berikut langkah-langkahnya yang dilakukan tim medis dalam memasang kateter urine.

  • Pemasangan kateter dilakukan oleh perawat yang bertugas atas instruksi dari dokter.
  • Kateter harus dipasang ke tubuh pasien dalam prosedur yang benar-benar steril untuk menghindari risiko infeksi kandung kemih.
  • Perawat akan membuka dan membersihkan peralatan kateterisasi serta alat kelamin pasien terlebih dahulu.
  • Selang kemudian dilumuri dengan pelumas tertentu agar mudah dimasukkan ke dalam saluran kencing.
  • Anda mungkin akan diberi bius lokal terlebih dahulu untuk mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman saat dipasangi kateter.
  • Perawat memasukkan selang kateter ke dalam saluran kencing (uretra) sedikit demi sedikit.
  • Selang kateter akan dimasukkan kira-kira sekitar 5 cm, hingga mencapai leher kandung kemih Anda.
  • Setelah ini, Anda sudah bisa langsung buang air kecil menggunakan selang kateter. Urine akan mengalir melalui selang kateter, kemudian memasuki kantong urine.
  • Jangan lupa kosongkan kantong urine yang terhubung pada kateter Anda setiap 6-8 jam sekali.

Kebanyakan pemakaian kateter diperlukan sampai pasien bisa kembali buang air kecil sendiri. Biasanya, ini untuk pemakaian singkat dan kondisi kesehatan yang tidak parah.

Namun, orangtua yang telah lanjut usia, mereka yang cedera permanen, atau mengalami penyakit parah perlu menggunakan kateter urine lebih lama atau secara permanen.