by

Kiat tentang Ritual dalam Pelaksanaan Umroh

-Keluarga-122 views

Umrah dikenal sebagai ‘haji minor’ dan merupakan tindakan sunnah yang dilakukan setiap saat sepanjang tahun kecuali untuk lima hari haji, di mana itu adalah makrooh, atau tidak disukai, untuk melakukan umrah.

Dalam sebuah hadits yang ditemukan dalam buku Ibne Maajah, Nabi (S) mengatakan: “Para pelaku haji dan umrah adalah utusan Allah (SWT). Jika mereka memanggil-Nya, Dia menjawab mereka dan jika mereka mencari pengampunan-Nya, Dia mengampuni mereka. ”Hadits ini jelas menunjukkan pentingnya Umrah dan betapa Allah (SWT) mencintai mereka yang mengorbankan waktu dan kekayaan mereka untuk tujuan-Nya.

Dalam hadits lain, Nabi (SWS) mengatakan: Satu umrah adalah penebusan dosa yang dilakukan antara itu dan umrah lainnya. (Bukhari, Muslim). Hadits di atas menyiratkan bahwa Umrah bukanlah sesuatu yang kita lakukan sekali saja, tetapi seseorang harus berusaha untuk melakukan umrah berkali-kali dalam hidup mereka. Untuk informasi lebih jelasnya Anda bisa kunjungi umroh indramayu terpercaya.

Mari kita mulai dengan kebajikan Umrah untuk benar-benar memahami besarnya dampak yang ditimbulkan oleh perjalanan ini terhadap keadaan spiritual seseorang. Nabi (saw) telah mengaitkan berbagai hadits tentang berkah luar biasa dan penghargaan melakukan umrah sepanjang hidup seseorang.

Apa Saja Kiat tentang Ritual dalam Pelaksanaan umroh?

Ritual Umrah :

Peziarah melakukan serangkaian tindakan ritual yang melambangkan kehidupan Ibrahim (Abraham) dan istri keduanya Hajar, dan solidaritas dengan Muslim di seluruh dunia. Peziarah memasuki perimeter Mekah dalam keadaan Ihram dan melakukan:

Negara ihram:

Ini dianggap sebagai langkah pertama bagi setiap jamaah yang ingin melakukan umrah. Untuk memasuki keadaan Ihram, seorang jamaah harus melafalkan niat untuk melakukan haji yang disebut Talabiya. Ini adalah saat seorang peziarah mempersiapkan jiwa, pikiran, dan tubuh seseorang untuk perjalanan ke Tuhan Yang Mahakuasa. Memasuki panggung dimulai dari Miqat, atau tempat yang berada di luar area ziarah.

Pria dan wanita yang pergi haji mematuhi aturan berpakaian khusus yang ditujukan untuk menunjukkan kerendahan hati dan menumpahkan semua tanda kekayaan. Pria tidak mengenakan pakaian putih tanpa jahitan, sementara wanita mengenakan pakaian yang dijahit normal dan jilbab. Namun wanita dilarang mengenakan burqa atau niqab.

Ritual ini bertujuan untuk mengingatkan umat Islam bahwa ada yang sama di hadapan-Nya, terlepas dari latar belakang sosial dan ekonomi mereka, dan bahwa Allah menghakimi manusia hanya berdasarkan pada iman dan karakter mereka.

Tawaf :

Setelah tiba di Mekah, jamaah haji harus melakukan atau mengelilingi. Ini dianggap sebagai bagian integral dari ziarah, dan mengacu pada lingkaran peziarah tujuh kali di sekitar Ka’bah di awal, dan di akhir Umrah.

“Dan Kami perintahkan Ibrahim (Ibrahim) dan Ismail (Ismael) bahwa mereka harus menyucikan Rumah-Ku (Ka’bah di Mekah) bagi mereka yang mengelilingi, atau tinggal (Itikaf), atau membungkuk atau bersujud di sana, dalam sholat ) ”[Al-Baqarah 2: 125].

Sa’ey : Untuk melintasi jarak antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali, inilah yang disebut Sa’ey. Istilah dalam bahasa Arab berarti berjalan atau bergerak dengan cepat.

Setelah Tawaf, peziarah melakukan Sa’ey, dalam memperingati perjalanan oleh istri Nabi Ibrahim untuk menemukan air untuk nabi bayinya Ismail, setelah mereka ditinggalkan di padang pasir Mekah atas perintah Tuhan. Bukit-bukit sekarang tertutup oleh Masjidil Haram.

Taqsir atau halq : Taqsir adalah pemendekan sebagian rambut yang biasanya diperuntukkan bagi wanita yang memotong minimal satu inci atau lebih dari rambut mereka. Halq adalah bentuk lengkap dari kepala, biasanya dilakukan pada pria. Kedua hal ini menandakan penyerahan kehendak kepada Allah atas kemuliaan penampilan fisik. Cukur/pemotongan kepala dicadangkan sampai akhir umrah. Demikianlah Artikel tentang Ritual dalam Pelaksanaan Umroh Indramayu Terbaik semoga bermanfaat.

News Feed